Kembalinya “Sang Pendobrak” - MUSIC PLUS

Nopember 30th, 2011 by denmaz

Tanggal 1 November 2011 Sang Pendobrak lagu-lagu Koes Plus “MUSIC PLUS” Solo kembali manggung di Calipso Cafe Purawisata Jogja. Meski kali ini Music Plus hadir di Purawisata masuk pada jadwalnya “ALBILA” di setiap SELASA minggu ke 2 (dua), namun para penggemar Music Plus Jogja dan sekitarnya tidak perlu khawatir karena Music Plus masih membawakan tembang-tembang Koes Bersaudara Koes Plus (75%) dan sisanya (25%) tembang-tembang Indonesia dan Barat Lama. Acara ini memang sengaja di format sedemikian rupa karena Calipso Cafe bekerjasama dengan komunitas Dansa sekaligus penggemar Koes Plus yaitu “HAPPY DANCE”, dan tentu saja agar juga tidak mengganggu jadwal TAKP (Tembang Abadi Koes Plus) yang sudah berjalan.

Asmaradhana (Dhana) dkk akan hadir kembali di Calipso Purawisata pada bulan depan SELASA, 13 DESEMBER 20011 untuk menghibur dan berjoged bersama dengan komunitas Koes Plus juga dengan Happy Dance dan Jogjakarta Social Dance Community.

3 Tahun ALBILA

Mei 12th, 2011 by denmaz

Memperingati tahun ke 3 (tiga) ALBILA (Album Barat dan Indonesia Lama) pihak Purawisata bakal mendatangkan BALADA BAND dari Solo yang memiliki banyak pengagum di Yogyakarta.

BALADA BAND yang di gawangi vocalis wanita \”Ully\” yang memiliki suara merdu yang menurut saya warna vocalnya mengingatkan saya pada warna vocal Laily Dimyati itu bakal menjadi pengobat rindu para penggemarnya. Dan semoga pihak Purawisata dengan Calipso Cafe dapat mengembalikan dan menghadirkan ALBILA yang sudah melekat di hati para penikmatnya di setiap hari SELASA.

Semoga!

Tak Mudah Pulihkan Keadaan

Juli 29th, 2010 by denmaz

MASIH DARI PARADE BAND PELESTARI KOES PLUS

Tak Mudah Pulihkan Keadaan

PARADE band pelestari Koes selesai digelar. Selama hampir 15 jam nonstop, 39 band dari 40 band yang semula dijadwalkan tampil sudah memenuhi ambisinya menyemarakkan even akbar yang digagas GiE Production dan Purawisata, di panggung Calipso Caf, Minggu (25/7) kemarin.

Kegiatan digelar untuk mewarnai peringatan 5 tahun Tembang Abadi Koes Plus (TAKP) yang puncaknya berlangsung pada Jumat (30/7) mendatang dengan menampilkan dua band papan atas Yogya, Pro Plus dan Hoss Band, serta mengenang 50 tahun tembang-tembang Koes Bersaudara/ Koes Plus.

Dari materi acara, kualitas band peserta parade memang memiliki nilai plus ketimbang pergelaran yang sama beberapa tahun silam. Band peserta parade juga diwarnai band-band baru yang bukan sekedar tampil. Mereka menjadikan even ini sebagai langkah awal berkiprah di panggung Koes Plusan.

Janji penyelenggara mewadahi band peserta parade untuk beroleh kesempatan main dipentas Republik Koes Plus dan TAKP menjadi semangat tersendiri bagi sebagian band-band baru.

Seperti diketahui, TAKP sampai saat ini masih dilirik para band pelestari baru menjadi ajang pembuktian mereka bermusik. Sayangnya kesempatan itu belakangan semakin jauh dari harapan, lantaran di beberapa episode TAKP hanya memainkan dua band pelestari yang sudah punya nama, Jogja Plus dan Pro Plus. Hanya sesekali memberi kesempatan band baru ngejem. Selebihnya para pemain baru ini diwadahi di pentas gratisan bertajuk Republik Koes Plus di Warung Jogja Tempo Doeloe.

Banyak pihak berharap parade band seperti ini tidak hanya berhenti pada euphoria pertunjukan belaka. Salah seorang tokoh Koesplusan di Yogya, Adam Ti misalnya mengaku prihatin tak adanya upaya regenerasi band di Yogyakarta. Padahal kalau mau band-band yang cukup punya nama seperti Hoss Band, Pro Plus dan lainnya sudah saatnya memikirkan regenerasi dengan melahirkan band-band baru yang diawaki pemain baru yang masih muda-muda.

Hal ini tentu juga dimaksudkan untuk lebih mendekatkan lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus kepada anak-anak yang sama sekali tak mengalami kejayaan Koes. “Mereka inilah generasi penerus yang akan menggantikan band-band yang saat ini berkiprah,” terang Adam Ti saat berbincang dengan Merapi di sela-sela acara.

Pekerjaan rumah usai parade band pelestari masih menanti. Meski dari materi acara dan kualitas band menunjukkan peningakatan, tidak demikian dengan jumlah penonton. Kendati mampu menyedot lebih dari 500 orang, namun tiket terjual hanya berada pada kisaran angka 423 lembar atau sama dengan pentas dangdut Sabtu malam di Purawisata yang hanya butuh waktu tak kurang dari 3 jam pertunjukan.

Melihat data ini tentu tak mudah untuk memulihkan keadaan pertunjukan Koesplusan sebagaimana massa kejayaannya dulu dimana dalam satu pentas TAKP dengan band sekelas Hoss Band mampu menyedot penonton lebih dari 800 orang setiap minggunya.

Hal inilah menjadikan Gie Production merasa ikut memiliki semangat dan keinginan untuk mendongkrak kembali gebyarnya Koesplusan di Yogya sembari menunggu kebangkitan Jogja Koes Plus Community (JKPC) sekaligus ancang-ancang menjadikan Yogyakarta sebagai kota Koesplusan. Tentu bukan pekerjaan mudah. Bukan pula pekerjaan orang per orang. Dibutuhkan kebersamaan untuk mewujudkannya. Salam Jiwa Nusantara. (Aja)

MERAPI-AGOES JUMIANTO

Salah satu peserta parade D’massta berhasil menjaga kualitas dengan lima lagu pilihannya di tengah euphoria penonton yang tak hentinya berjoget.

Tak Sekadar Euforia Koesplusan

Juli 27th, 2010 by denmaz
PARADE BAND PELESTARI
Tak Sekadar Euforia Koesplusan

KOMUNITASKoes Plusmania Yogya sedang punya hajat. Bukan menggelar rutinitas pentas Koesplusan, tetapi sebuah hajatan yang lebih memberi bobot dan akbar digelar, yakni parade band pelestari tembang abadi Koes Bersaudara/ Koes Plus yang digelar sehari penuh. Dari pagi sampai malam hari dengan melibatkan 40 band yang ada di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Meski dari segi jumlah masih bisa digenjot lagi, mengingat di Yogyakarta sendiri band pelestari tercatat lebih dari jumlah yang ikut memeriahkan parade kali ini. Dari 40 band, nama-nama seperti Gutho’s Band, MA Plus, Cutbray, Dia Plus, Not Plus, Streplus tak turun berlaga.

Kendati demikian dengan 40 band yang tampil tentu sudah menunjukkan keseriusan penyelenggara menggandeng masyarakat Koes Plusmania di Yogyakarta. Digelar atas kerjasama GIE Production dan Purawisata, parade kali ini memang berlangsung meriah.

securedownload

MERAPI-AGOES JUMIANTO

Sebagian panitia menyempatkan foto bersama. Sementara di atas panggung Pro Plus menyuguhkan lima lagu andalannya di parade band pelestari, Minggu (25/7) siang.

Masing-masing band pengisi berupaya tampil maksimal di tengah fakta Koesplusan di Yogya sedang mengalami kelesuan. Bermodal semangat untuk terus menerus membangun Koesplusan di Yogya, parade inipun digelar di Calipso Caf, Minggu (25/7). Di tempat inilah untuk pertama kalinya pentas Koesplusan digelar di Yogya dengan nama Tembang Abadi Koes Plus (TAKP).

Lima tahun sudah TAKP mewarnai pentas hiburan di Yogyakarta . Selama kurun waktu tersebut pasang surut, naik turunnya jumlah penonton mewarnai perjalanannya. Dari mulai ditonton tak lebih dari lima orang hingga mencapi jumlah penoton ribuan orang TAKP tercatat sebagai pionernya Koesplusan di Yogya.

Namun menginjak usianya yang ke-5 tahun, TAKP justru dihadapkan pada kenyataan makin merosotnya jumlah penonton. Terjebak kejenuhan dan bosan dengan rutinitas gelaran menjadi salah satu faktor lesunya pertunjukan.

“Nah dengan digelarnya parade band pelestari ini, kami ingin membuktikan bahwa Koesplusan di Yogya masih memiliki semangat untuk mengembalikan kejayaannya. Bahkan kami bertekat, parade kali ini menjadi awal yang baik untuk mencanangkan Yogyakarta sebagai kota Koesplusan,” terang ketua penyelenggara dari GiE Production, Rahardian Gita.

Beruntung masih ada pihak yang peduli untuk terus menerus nguri-uri tembang legendary dari band legendaris Koes Bersaudara/ Koes Plus, di tengah kenyataan payung komunitas Jogja Koes Plus Community (JKPC) sedang melakukan pertapaannya alias vakum dari segala bentuk kegiatan Koesplusan.

“Selain mengobarkan kembali semangat Koesplusan, parade band pelestari digelar dalam rangka memperingati 5 tahun TAKP dan mengenang 50 tahun tembang-tembang Koes Bersaudara/ Koes Plus,” imbuh Gita.

Menurut Gita, dari 40 band peserta tiga band diantaranya berasal dari kota Solo Jawa Tengah, Talenta Plus, Beat Plus, Raka Familly. Sayangnya Talenta Plus batal hadir dan kota Solo hanya mewakilkan Beat Plus dan Raka Familly.

Sedangkan band pelestari Yogya yang ikut diantaranya Skitnap, New Reborn, Inagoen, Garuda, Langgeng Plus, PS Plus, Pura Plus, Platinum Band, JMC Band, Heart Plus, Manggala Plus, Moy Plus, Isakuniki, Yoben, KC Plus, Roll Plus, Power Plus, BM Plus Yunior, BM Plus, Kidds Plus, Yo Plus, Panah Asmara, Joyo Plus, Inti Band, MR Plus, Three Plus, Mipa Plus, D’massta, Butterfly Band, Den Bei Plus, EGP, Jogja Plus, Pro Plus dan Hoss Band. Serta dipandu duo MC Koplaknya Yogya Gusbam Iwak Lohan dan DJ Hans SKP (Sarjana Koes Plus).

“Di luar band-band papan atas seperti Pro Plus dan Hoss Band, keterlibatan band di even ini sebenarnya menjadi awal untuk memeriahkan pentas regular Koesplusan TAKP maupun Republik Koes Plus. Usai parade secara bergantian mereka akan tampil di dua even Koesplusan di Calipso Caf Purawisata,” terang Rahardian Gita kepada Merapi di sela-sela kegiatan kemarin siang. (Aja)

Parade Band Pelestari

Juli 22nd, 2010 by denmaz

Parade Band Plestari Tembang Abadi Koes Bersaoedara/Koes Plus GiE Production - Calipso Concert Cafe Purawisata Yogyakarta yang sedianya hannya mengikut sertakan band-band pelestari lokal, ternyata mengundang minat band pelestari luar kota.

Peserta Parade Band Pelestari dalam rangka meperingati 5th TAKP (Tembang Abadi Koes Bersaodara/Koes Plus) Purawisata sekaligus mengenang 50th tembang-tembang Koes Bersaudara mencapai 38 band pelestari dan 3 diantaranya dari Solo (Talenta Plus - Beat Plus dan Raka Family Band).

Parade Band akan berlasngsung 1 (satu) hari penuh yang akan dimulai pukul 8.20 tepat dan diperkirakan akan berakhir pukul 24.00. Parade Band ini akan dimeriahkan juga oleh 3 Band Pelestapapan atas Jogja : Hoss Band - Pro Plus - Jogja Plus. (mBah Wiryo)