PARADE BAND PELESTARI
Tak Sekadar Euforia Koesplusan
KOMUNITASKoes Plusmania Yogya sedang punya hajat. Bukan menggelar rutinitas pentas Koesplusan, tetapi sebuah hajatan yang lebih memberi bobot dan akbar digelar, yakni parade band pelestari tembang abadi Koes Bersaudara/ Koes Plus yang digelar sehari penuh. Dari pagi sampai malam hari dengan melibatkan 40 band yang ada di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Meski dari segi jumlah masih bisa digenjot lagi, mengingat di Yogyakarta sendiri band pelestari tercatat lebih dari jumlah yang ikut memeriahkan parade kali ini. Dari 40 band, nama-nama seperti Gutho’s Band, MA Plus, Cutbray, Dia Plus, Not Plus, Streplus tak turun berlaga.
Kendati demikian dengan 40 band yang tampil tentu sudah menunjukkan keseriusan penyelenggara menggandeng masyarakat Koes Plusmania di Yogyakarta. Digelar atas kerjasama GIE Production dan Purawisata, parade kali ini memang berlangsung meriah. |

MERAPI-AGOES JUMIANTO
Sebagian panitia menyempatkan foto bersama. Sementara di atas panggung Pro Plus menyuguhkan lima lagu andalannya di parade band pelestari, Minggu (25/7) siang.
|
|
Masing-masing band pengisi berupaya tampil maksimal di tengah fakta Koesplusan di Yogya sedang mengalami kelesuan. Bermodal semangat untuk terus menerus membangun Koesplusan di Yogya, parade inipun digelar di Calipso Caf, Minggu (25/7). Di tempat inilah untuk pertama kalinya pentas Koesplusan digelar di Yogya dengan nama Tembang Abadi Koes Plus (TAKP).
Lima tahun sudah TAKP mewarnai pentas hiburan di Yogyakarta . Selama kurun waktu tersebut pasang surut, naik turunnya jumlah penonton mewarnai perjalanannya. Dari mulai ditonton tak lebih dari lima orang hingga mencapi jumlah penoton ribuan orang TAKP tercatat sebagai pionernya Koesplusan di Yogya.
Namun menginjak usianya yang ke-5 tahun, TAKP justru dihadapkan pada kenyataan makin merosotnya jumlah penonton. Terjebak kejenuhan dan bosan dengan rutinitas gelaran menjadi salah satu faktor lesunya pertunjukan.
“Nah dengan digelarnya parade band pelestari ini, kami ingin membuktikan bahwa Koesplusan di Yogya masih memiliki semangat untuk mengembalikan kejayaannya. Bahkan kami bertekat, parade kali ini menjadi awal yang baik untuk mencanangkan Yogyakarta sebagai kota Koesplusan,” terang ketua penyelenggara dari GiE Production, Rahardian Gita.
Beruntung masih ada pihak yang peduli untuk terus menerus nguri-uri tembang legendary dari band legendaris Koes Bersaudara/ Koes Plus, di tengah kenyataan payung komunitas Jogja Koes Plus Community (JKPC) sedang melakukan pertapaannya alias vakum dari segala bentuk kegiatan Koesplusan.
“Selain mengobarkan kembali semangat Koesplusan, parade band pelestari digelar dalam rangka memperingati 5 tahun TAKP dan mengenang 50 tahun tembang-tembang Koes Bersaudara/ Koes Plus,” imbuh Gita.
Menurut Gita, dari 40 band peserta tiga band diantaranya berasal dari kota Solo Jawa Tengah, Talenta Plus, Beat Plus, Raka Familly. Sayangnya Talenta Plus batal hadir dan kota Solo hanya mewakilkan Beat Plus dan Raka Familly.
Sedangkan band pelestari Yogya yang ikut diantaranya Skitnap, New Reborn, Inagoen, Garuda, Langgeng Plus, PS Plus, Pura Plus, Platinum Band, JMC Band, Heart Plus, Manggala Plus, Moy Plus, Isakuniki, Yoben, KC Plus, Roll Plus, Power Plus, BM Plus Yunior, BM Plus, Kidds Plus, Yo Plus, Panah Asmara, Joyo Plus, Inti Band, MR Plus, Three Plus, Mipa Plus, D’massta, Butterfly Band, Den Bei Plus, EGP, Jogja Plus, Pro Plus dan Hoss Band. Serta dipandu duo MC Koplaknya Yogya Gusbam Iwak Lohan dan DJ Hans SKP (Sarjana Koes Plus).
“Di luar band-band papan atas seperti Pro Plus dan Hoss Band, keterlibatan band di even ini sebenarnya menjadi awal untuk memeriahkan pentas regular Koesplusan TAKP maupun Republik Koes Plus. Usai parade secara bergantian mereka akan tampil di dua even Koesplusan di Calipso Caf Purawisata,” terang Rahardian Gita kepada Merapi di sela-sela kegiatan kemarin siang. (Aja)
|